Selasa, 11 September 2012

TETAP SEMANGAT



Cerita ini mengisahkan pengalaman Ibunda penyanyi cilik Adelia Arthamevia (Bunda Selvy Herlianti). Keterbatasan Ilmu membuat Bunda Selvy bersemangat untuk mempelajari dan memanfaatkan Teknologi dalam mendukung bakat putrinya dalam perjalanannya menjadi salah satu artis cilik Indonesia.



Saat orang tua menyadari bakat anaknya tentunya sebagai orang tua yang bijaksana harus mendukungnya. Tanpa dukungan orang tua atau keluarga anak tersebut tidak mungkin meraih keberhasilan atau mewujudkan impiannya.

Adelia Arthamevia dengan panggilan Adel adalah seorang anak berumur 13 tahun, lahir pada tanggal 14 Agustus 1999 dan merupakan siswa SMPN 1 Kelapa Dua, Tangerang, memiliki talenta suara merdu dan pandai bermain musik. Bakat bernyanyi sudah terlihat sejak usia dua tahun dan mulai bermain musik sejak usia empat tahun. Untuk mengembangkan bakat menyanyi Adel sering diajak mamanya (Bunda Selvy Herlianti) untuk mengisi acara di pesta-pesta pernikahan dan acara-acara dilingkungan perumahan orang tuanya selain itu mamanya juga tidak segan-segan membeli perangkat elektronik seperti peralatan karaoke sederhana untuk digunakan Adel berlatih bernyanyi dirumah.

Melihat semangat Adel yang luar biasa Bunda Selvy tentu akan berusaha maksimal untuk mendukung Adel. Beberapa cara dilakukan seperti mencari informasi lomba dan audisi dilakukan. Mulai dari informasi yang didapat dari teman dan sahabat sampai belajar mencari informasi melalui internet. Bunda Selvy adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang sederhana yang pada awalnya kegiatannya hanya mengurus rumah tangga mulai belajar menggunakan perangkat komputer, gadget dan smartphone demi mendukung bakat anaknya.

Adel mulai mengikuti lomba dan audisi sampai pada akhirnya dipercaya salah satu pencipta lagu untuk menyanyikan lagu. Lagu pertamanya adalah lagu ‘Cinta untuk Mama’ dan dari sini Adel mulai ikut audisi Idola Cilik 2 dan perlombaan-perlombaan antar propinsi di Indonesia. Lagu kedua Adel yang berjudul Naik Odong-Odong juga memiliki banyak pengunjung di youtube serta untuk lagu ini Adel mendapat nominasi AMI (Anugerah Musik Indonesia) Award 2012 sebagai nominasi penyanyi cilik terbaik.

Bunda Selvy terus belajar bagaimana berpromosi di Internet, beberapa hal dia lakukan seperti membuat email account untuk mengirimkan profile Adel, account Facebook dan Twitter Adel serta mengupload video Adel ketika bernyanyi dibeberapa acara melalui youtube. Bunda Selvy juga saat ini lihai dalam berpromosi menggunakan smartphone, mulai menginformasikan kegiatan-kegiatan Adel tampil dipentas sampai dengan promosi lagu-lagu Adel. Tentunya Bunda Selvy juga akan belajar membuat blog atau website sebagai portfolio Adel.

Sembilan tahun sudah Adel berkecimpung didunia musik dan bisa disebut sebagai salah satu artis cilik Indonesia, walaupun sebagai orangtua ada kekuatiran melihat pergaulan anak jaman sekarang tetapi Bunda Selvy tetap bersemangat mendukung Adel. Seperti yang Bunda Selvy tuturkan bahwa pengawasan dan bimbingan orangtua menjadi suatu hal yang mutlak untuk perkembangan Adel. Dengan talenta yang dipunyai Adel, saat ini Adel sudah memiliki pendapatan sendiri dan selain ditabung, Adel gunakan juga untuk membantu keluarganya yang membutuhkan. Bunda Selvy akan terus mendukung Adel karena seperti yang disampaikan Adel kepada mamanya (Bunda Selvy) bahwa Adel bercita-cita menjadi entertainer sejati.  

Orang yang bersemangat akan tetap optimis karena mereka percaya bahwa orang-orang terdekat akan selalu mendukungnya. 

Sukses buat Adel dan Bunda Selvy, dengan talenta yang dimiliki dan semangat serta dukungan keluarga, semoga Adel akan tetap mengarahkan pandangannya kepada tujuan yang mulia, Entertainer Sejati!
~AM@IWITA~


Minggu, 18 Maret 2012

Pelatihan bagi Penyuluh di Pekalongan

Pada tanggal 7 Oktober 2010, bertempat di Aula Hotel Nirwana, berlangsung kegiatan pelatihan bagi penyuluh, Modul Produktifitas Pribadi dalam Penggunaan Komputer dan Internet. 
Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Walikota Pekalongan yang diwakili oleh Bapak Sekretaris Daerah Pekalongan dengan memberikan kata sambutan.
Acara Pembukaan, Kamis 7 Oktober 2010 dihadiri oleh para undangan, perwakilan dari beberapa instansi yang terkait seperti Kepala Bapermas (Badan Pemberdayaan Masyarakat), KPPA Jakarta serta para peserta pelatihan. 

Pada hari Kamis, 7 Oktober 2010, sekitar pukul 10.00, acara dilanjutkan dengan paparan awal yaitu manfaat TIK bagi perempuan serta panduan bagi penyuluh yang disampaikan oleh fasilitator 1 (Martha) dan kemudian dilanjutkan dengan internet sehat yang disampaikan oleh fasilitator 2 (Dewi). 

Pada pukul 13.30, peserta menuju ruang pelatihan yang berlokasi di ruang komputer SMK 2 Pekalongan yang tidak terlalu jauh dari lokasi Hotel Nirwana. Jumlah Peserta pelatihan sekitar 40 orang dalam satu ruangan yang cukup besar dan masing-masing peserta menggunakan 1 komputer. Materi yang disampaikan adalah cara mengoperasikan komputer, memahami navigasi desktop yang disampaikan oleh fasilitator 3 (indah) dan dilanjutkan dengan materi cara menggunakan aplikasi pengolah kata serta cara menggunakan spreadsheet oleh fasilitator 4 (Nurlina Purbo). 
Melihat ruangan pertama cukup besar dan fasilitas komputer yang sudah cukup untuk 40 peserta maka pelatihan dilaksanakan di satu ruangan  saja agar materi dapat disampaikan lebih padat selama dua hari pelatihan.
Di saat salah satu fasilitator menyampaikan materi, maka fasilitator lainnya membantu untuk mendampingi peserta di tiap-tiap meja peserta.

Pada hari Jumat, 8 Oktober 2010, pelatihan dimulai pada jam 09.00 dengan evaluasi materi sebelumnya oleh fasilitator 4 (Nurlina Purbo) dan dilanjutkan dengan cara berinternet yaitu pembuatan email, facebook dan lainnya oleh fasilitator 2 (Dewi).  

Beberapa hal yang perlu menjadi catatan menjawab pertanyaan peserta seminar adalah bahwa mereka sudah mengikuti beberapa kegiatan seperti ini namun baru kali ini kegiatan untuk penyuluh (TOT) dan diharapkan peserta TOT ini dapat menjadi trainer yang berkualitas di daerahnya untuk pemberdayaan perempuan dibidang TIK.

Perempuan daerah sangat minim informasi juga pendidikan karena kurangnya tenaga pelatih. Diharapkan dengan pelatihan ini, mereka  dapat memanfaatan TIK secara konkret untuk meningkatkan produktivitas pribadi serta memberikan motivasi dan minat untuk menekuni Teknologi Informasi sehingga perempuan daerah juga dapat andil dalam pembanguan Nasional menuju masyarakat adil dan makmur.  Kegiatan ini memiliki nilai penting dan strategis sehingga layak mendapatkan dukungan dari semua pihak.